Rasanya seperti ABG labil,
It is you I admire ..
Tuhan…
adakah salah pada diri ini
hingga kubiarkan galau di hati meraja?
bimbang dalam keraguan
rasa sakit yang paling indah
yang pernah kutau kurasa
demi dia, sang surya lagi?
Rasanya seperti ABG labil,
It is you I admire ..
Tuhan…
adakah salah pada diri ini
hingga kubiarkan galau di hati meraja?
bimbang dalam keraguan
rasa sakit yang paling indah
yang pernah kutau kurasa
demi dia, sang surya lagi?
Seorang sahabat pernah berkata, mengadu itu ada tempatnya. Entah kenapa, saya sangat percaya bahwa tempat yang paling baik untuk mengadu itu adalah Yang Maha Mendengar. Sudah tak terhitung lagi berapa kali saya mengadu pada-Nya, dan lagi-lagi, Dia memberikan jawaban yang unik dengan cara-Nya yang tidak terduga.
Saya rasa kita sudah sering mendengar sebuah kalimat: hidup adalah perjuangan. Akan tetapi saya yakin, tidak semudah itu kita dapat memaknainya. Biasanya kalimat itu baru dapat dimaknai ketika kita ingin mencapai suatu tujuan, dalam konteks yang sangat luas. Entah itu ingin membahagiakan orang yang kita sayangi, ingin mendapatkan keluarga yang sempurna, ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik, ingin mendapatkan gelar sarjana,ingin memperoleh nilai A dalam ujian ALIN (apa coba jadi bawa2 ALIN?;p), ingin mendapatkan pekerjaan yang layak, ingin membangun negara, ingin membantu sesama, apapun konteksnya.
Untuk mencapai tujuan yang kita inginkan, saya yakin Tuhan selalu memberikan pilihan – pilihan tertentu yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga hasil yang kita dapatkan akan sesuai dengan pilihan yang kita ambil. Tidak percaya? Dalam hal jodoh, Tuhan berkata bahwa setiap manusia diciptakan berpasang – pasangan. Dari ayat ini, eksistensi jodoh pada tiap – tiap manusia sudah terjamin benar adanya, yang tidak dijamin adalah ketunggalannya. Jadi, poin yang saya cetak tebal terbukti, bahwa kita selalu mempunyai lebih dari satu pilihan, lebih dari satu cara untuk mencapai tujuan. Dalam kasus lain pun saya yakin hasilnya akan sama, sehingga pada akhirnya kita dapat menarik kesimpulan bahwa kita akan selalu mempunyai banyak cara untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.
Dari pengalaman pribadi saya mendapati bahwa cara untuk mencapai tujuan itu terbagi menjadi dua jenis : cara yang instan, dan cara yang berliku penuh onak dan duri. Tentu saja sebagai manusia yang dhaif ini seringkali saya ingin mengambil cara yang instan. Tidak perlu repot dan bersusah payah, tujuan pun tercapai. Akan tetapi jika mengambil cara ini, ada hal – hal yang hilang dari diri saya. Saya kehilangan proses, sebuah proses untuk berjuang sehingga hasil yang didapat pun tidak maksimal. Lain halnya dengan cara yang kedua, cara yang berliku penuh onak dan duri. Memang rasanya tidak selalu enak, proses untuk mencapai tujuan pun menjadi panjang sehingga terkadang diri ini merasa lelah. Tapi justru disitulah terdapat letak manisnya perjuangan, letak manisnya kehidupan. Hidup menjadi sangat dinamis karena kita harus mencapai proses – proses tertentu terlebih dulu hingga akhirnya mencapai tujuan yang kita inginkan. Hasilnya pun akan jauh lebih maksimal.
Sesungguhnya beberapa saat sebelum menuliskan notes ini, saya sedang merasa lelah. Tapi Tuhan memang tidak pernah lelah untuk mendengarkan hamba-Nya. Tuhan menjawab doa saya dengan berkata “Maka, tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?” (Q.S Al-Balad : 11). “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu?” (Q.S Alam Nasyrah:1-3). “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai mengerjakan suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh – sungguh urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (Q.S Alam Nasyrah:5-8).
Karena terkadang, kita memang ditakdirkan untuk memikul beban dunia. Tersenyum saja kawan. =) Keep on fighting !
Menindaklanjuti postingan sebelumnya tentang “cinta – cinta” yang saya temukan di kampus Ganesha, saya ingin menuliskan sedikit kata tentang hari Sumpah Pemuda.
Saya jadi teringat cuplikan pidato Bung Karno yang berbunyi “Beri aku 10 pemuda, maka aku akan mengubah dunia” . Masih berhubungan dengan tulisan saya sebelumnya, saya yakin pidato Bung Karno itu akan segera terwujud melalui cinta – cinta yang saya temukan. Cinta – cinta itu akan mengubah dunia, jika saja cinta – cinta tersebut tertanam secara konsisten pada diri tiap pemuda yang telah memilikinya. Bukan hanya itu, cinta – cinta tersebut juga harus ditularkan kepada pemuda lainnya untuk membentuk sebuah kesamaan, bahwa para pemuda masih memiliki harapan, cinta. Selain itu, cinta – cinta tersebut juga harus disertai dengan visi yang jelas, sesuai dengan tantangan zaman, dan tentu saja langkah – lagkah konsisten a.k.a misi untuk mencapainya. Dari cinta – cinta itulah pada akhirnya para pemuda akan melahirkan berbagai karya, untuk dunia yang lebih baik.
Saya mengajak para pemuda Indonesia yang membaca tulisan ini untuk memiliki optimisme yang sama, memiliki cinta yang sama, untuk kemudian berkolaborasi dan berbagi lalu menghasilkan berbagai karya. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 pun saya rasa lahir karena adanya cinta – cinta tersebut. Selamat hari Sumpah Pemuda ! Mari berkarya ! =).
terinspirasi oleh : karya positif para pemuda Indonesia (Meritorious Winner The Mathematical Contest in Modelling & Interdisciplinary Contest in Modelling, 1st Winner World Imagine Cup, 1st & 3rd Winner LSI Design Contest hanya sekian diantaranya, semoga saya pun dapat segera menghasilkan karya nyata positif bagi bangsa ini ^^).
Setelah sekian lama ga aktif di dunia tulis menulis, jadi pengen nge-share sebuah tulisan disini. Tulisan ini tadinya didedikasikan untuk teman – teman saya andai saja saya wisuda Oktober 2009 ini. Tapi ngga ada salahnya tulisan ini tetep dishare sekarang. Makasih buat semua yang udah baca =)
Sesungguhnya aku hanya ingin menorehkan beberapa kata sebelum aku benar-benar meninggalkan gemerlapnya dunia kampus yang ideal, dalam artian ideal sebagai zona nyaman bagi diriku (dan mungkin juga bagi beberapa mahasiswa lainnya).
2005-2009, pada medio inilah aku tumbuh menjadi seorang mahasiswa. Masa yang kulalui untuk belajar dan mencari tahu tentang banyak hal. Masa yang datang silih berganti, memberi warna dan makna. Tidak banyak yang telah aku perbuat, tapi aku sungguh telah menemukan sesuatu disini. (apalah awa ini kk…ampunlah kk2 smua…)
Disinilah aku telah menemukan banyak cinta. Cinta seorang anak bangsa kepada tanah airnya, Indonesia. Cinta seorang rakyat terhadap negerinya. Cinta seorang manusia terhadap sesamanya. Cinta seorang insan terhadap lingkungannya. Cinta seorang terpelajar terhadap keadilan dan kebenaran. Cinta seorang pelajar terhadap ilmu yang ditekuninya. Cinta seorang mahasiswa terhadap cita-cita dan mimpinya. Cinta seorang anak kepada orangtuanya, dan yang paling membuatku tersentuh, cinta seorang hamba terhadap Tuhannya. Cinta yang universal dan sama sekali tidak artifisial. Cinta-cinta inilah yang sering aku dengar sebagai power of love dalam seminar manajemen diri. Cinta-cinta ini pula yang aku rasa telah bertransformasi menjadi berbagai macam ide dan gagasan, kemudian mewujud dalam serangkaian tindakan yang sering aku dengar dengan nama “kontribusi”. Cinta inilah, yang aku yakin telah dan akan mengubah banyak hal, termasuk masa depan negeri ini (ke arah yang positif tentunya).
Telah sampai waktuku untuk meninggalkan zona nyaman ini dan melangkah menuju kampus baru, universitas kehidupan (sebenernya g baru-baru amat sih,,kan gw juga saat ini udah belajar di kampus tersebut,,hehe,,=p). Satu pinta dariku, tolong ingatkanlah aku jika kalian bertemu denganku suatu hari nanti telah berada pada koridor yang salah. Parameter benar salahnya adalah nurani, karena nurani tidak pernah berbohong. Berbahagialah bagi kalian yang telah memilih jalan hidupnya masing – masing dan berjuang untuk cinta-cinta yang kalian miliki, baik di kampus maupun kehidupan di luar kampus. Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater. (Keep on fighting! ^_^).
Pada akhirnya, aku ingin berterimakasih pada teman-teman yang pernah kukenal, yang telah bermurah hati untuk berbagi, memberikan banyak inspirasi dan wawasan, sehingga aku dapat mengambil hikmah dari semua yang telah aku lihat, dengar, dan rasakan. Mungkin kalian merasa sangat heran dan tidak pernah menyadari, bahwa kalian pernah memberikan inspirasi/wawasan yang berharga bagi orang lain, dan salah satunya adalah diriku. Terimakasih. Mohon maaf atas setiap kesalahan yang pernah aku perbuat pada kalian. Sampai berjumpa lagi di lain kesempatan…=).
Bandung, Oktober 2009
Di malam yang cerah ini,,
sangat ingin rasanya saya menyanyikan lagu
No Doubt – Don’t Speak
dan sangat ingin rasanya seseorang membalas nyanyian itu dengan lagu
The Red Jumpsuit Apparatus – Angels Cry
setidaknya hal itu akan mengobati rasa luka di hati saya..
semoga berbahagia selalu ..
seperti doaku pada-Nya ..
..If only i could say i love you..