October 28, 2009

Sumpah Pemuda

Menindaklanjuti postingan sebelumnya tentang “cinta – cinta” yang saya temukan di kampus Ganesha, saya ingin menuliskan sedikit kata tentang hari Sumpah Pemuda.

Saya jadi teringat cuplikan pidato Bung Karno yang berbunyi “Beri aku 10 pemuda, maka aku akan mengubah dunia” . Masih berhubungan dengan tulisan saya sebelumnya, saya yakin pidato Bung Karno itu akan segera terwujud melalui cinta – cinta yang saya temukan. Cinta – cinta itu akan mengubah dunia, jika saja cinta – cinta tersebut tertanam secara konsisten pada diri tiap pemuda yang telah memilikinya. Bukan hanya itu, cinta – cinta tersebut juga harus ditularkan kepada pemuda lainnya untuk membentuk sebuah kesamaan, bahwa para pemuda masih memiliki harapan, cinta. Selain itu, cinta – cinta tersebut juga harus disertai dengan visi yang jelas, sesuai dengan tantangan zaman, dan tentu saja langkah – lagkah konsisten a.k.a misi untuk mencapainya. Dari cinta – cinta itulah pada akhirnya para pemuda akan melahirkan berbagai karya, untuk dunia yang lebih baik.

Saya mengajak para pemuda Indonesia yang membaca tulisan ini untuk memiliki optimisme yang sama, memiliki cinta yang sama, untuk kemudian berkolaborasi dan berbagi lalu menghasilkan berbagai karya. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 pun saya rasa lahir karena adanya cinta – cinta tersebut. Selamat hari Sumpah Pemuda ! Mari berkarya ! =).

terinspirasi oleh : karya positif para pemuda Indonesia (Meritorious Winner The Mathematical Contest in Modelling & Interdisciplinary Contest in Modelling, 1st Winner World Imagine Cup, 1st & 3rd Winner LSI Design Contest hanya sekian diantaranya, semoga saya pun dapat segera menghasilkan karya nyata positif bagi bangsa ini ^^).

October 28, 2009

Terimakasihku

Setelah sekian lama ga aktif di dunia tulis menulis, jadi pengen nge-share sebuah tulisan disini. Tulisan ini tadinya didedikasikan untuk teman – teman saya andai saja saya wisuda Oktober 2009 ini. Tapi ngga ada salahnya tulisan ini tetep dishare sekarang. Makasih buat semua yang udah baca =)

Sesungguhnya aku hanya ingin menorehkan beberapa kata sebelum aku benar-benar meninggalkan gemerlapnya dunia kampus yang ideal, dalam artian ideal sebagai zona nyaman bagi diriku (dan mungkin juga bagi beberapa mahasiswa lainnya).
2005-2009, pada medio inilah aku tumbuh menjadi seorang mahasiswa. Masa yang kulalui untuk belajar dan mencari tahu tentang banyak hal. Masa yang datang silih berganti, memberi warna dan makna. Tidak banyak yang telah aku perbuat, tapi aku sungguh telah menemukan sesuatu disini. (apalah awa ini kk…ampunlah kk2 smua…)
Disinilah aku telah menemukan banyak cinta. Cinta seorang anak bangsa kepada tanah airnya, Indonesia. Cinta seorang rakyat terhadap negerinya. Cinta seorang manusia terhadap sesamanya. Cinta seorang insan terhadap lingkungannya. Cinta seorang terpelajar terhadap keadilan dan kebenaran. Cinta seorang pelajar terhadap ilmu yang ditekuninya. Cinta seorang mahasiswa terhadap cita-cita dan mimpinya. Cinta seorang anak kepada orangtuanya, dan yang paling membuatku tersentuh, cinta seorang hamba terhadap Tuhannya. Cinta yang universal dan sama sekali tidak artifisial. Cinta-cinta inilah yang sering aku dengar sebagai power of love dalam seminar manajemen diri. Cinta-cinta ini pula yang aku rasa telah bertransformasi menjadi berbagai macam ide dan gagasan, kemudian mewujud dalam serangkaian tindakan yang sering aku dengar dengan nama “kontribusi”. Cinta inilah, yang aku yakin telah dan akan mengubah banyak hal, termasuk masa depan negeri ini (ke arah yang positif tentunya).
Telah sampai waktuku untuk meninggalkan zona nyaman ini dan melangkah menuju kampus baru, universitas kehidupan (sebenernya g baru-baru amat sih,,kan gw juga saat ini udah belajar di kampus tersebut,,hehe,,=p). Satu pinta dariku, tolong ingatkanlah aku jika kalian bertemu denganku suatu hari nanti telah berada pada koridor yang salah. Parameter benar salahnya adalah nurani, karena nurani tidak pernah berbohong. Berbahagialah bagi kalian yang telah memilih jalan hidupnya masing – masing dan berjuang untuk cinta-cinta yang kalian miliki, baik di kampus maupun kehidupan di luar kampus. Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater. (Keep on fighting! ^_^).
Pada akhirnya, aku ingin berterimakasih pada teman-teman yang pernah kukenal, yang telah bermurah hati untuk berbagi, memberikan banyak inspirasi dan wawasan, sehingga aku dapat mengambil hikmah dari semua yang telah aku lihat, dengar, dan rasakan. Mungkin kalian merasa sangat heran dan tidak pernah menyadari, bahwa kalian pernah memberikan inspirasi/wawasan yang berharga bagi orang lain, dan salah satunya adalah diriku. Terimakasih. Mohon maaf atas setiap kesalahan yang pernah aku perbuat pada kalian. Sampai berjumpa lagi di lain kesempatan…=).
Bandung, Oktober 2009

June 17, 2009

Teruntuk dia

Di malam yang cerah ini,,

sangat ingin rasanya saya menyanyikan lagu 

No Doubt – Don’t Speak

dan sangat ingin rasanya seseorang membalas nyanyian itu dengan lagu

The Red Jumpsuit Apparatus – Angels Cry

setidaknya hal itu akan mengobati rasa luka di hati saya..

semoga berbahagia selalu ..

seperti doaku pada-Nya ..

..If  only i could say i love you..

April 10, 2009

Revisited

setelah sekian lama saia meninggalkan dunia tulis menulis, ahirnya tergugah untuk sekedar mencantumkan beberapa kalimat di blog saia ini. 

sehari setelah pemilu legislatif. Menit – menit yang menentukan itu telah lewat.

ternyata jawabannya masih sama, yang dibutuhkan rakyat sungguh sederhana.

=)

October 6, 2008

Speechless

Ahirnyaaaaaa,,stelah 3 bulan ngga nulis di blog,,saya punya mood buat nulis lagi,,hehe,,

Saya lagi berpikir tentang hakikat utama seorang wanita. Dari dulu saya selalu setuju dengan anggapan bahwa wanita adalah pilar peradaban. Saya juga percaya bahwa penguasa dunia yang sesungguhnya adalah wanita. Saya juga sangat setuju dengan anggapan bahwa wanita adalah pendidik pertama, makanya saya juga setuju kalau wanita = garda terdepan pembangunan. Karena peran itulah makanya wanita harus kuat, mandiri, punya wawasan yang luas, pendidikan yang tinggi, dan yang paling penting, akhlak yang baik. Saya juga sangat setuju bahwa wanita memiliki peran – peran tertentu dalam sistem kehidupan, yang tidak tergantikan oleh pihak lain selain wanita itu sendiri, yang biasa kita sebut dengan “kodrat”. Cuma satu yang saya nggak setuju, dari dulu saya selalu heran dengan konsep bahwa wanita nggak boleh bekerja di luar rumah.

Walaupun sekarang udah zamannya emansipasi dan banyak wanita bekerja di luar rumah, pada kenyataannya masih banyak teman – teman saya (laki-laki tentunya) yang tidak akan membolehkan istrinya bekerja di luar rumah jika menikah kelak, dengan alasan – alasan klasik, “Nanti rumah tangganya ancur”, “Nanti anaknya kurang kasih sayang”, “Udahlah yang cari duit mah biar gw ajah”, “Cewe mah udah kodratnya di rumah” dan masih banyak lagi sejuta alasan dari kaum adam yang nggak membolehkan istrinya bekerja di luar rumah. Yang membuat saya heran adalah kalo para wanita bisa tetap menjalankan kewajiban rumah tangganya dengan baik, kenapa harus dilarang? Saya jadi berpikir suudzon, jangan – jangan itu cuma egonya laki – laki aja nggak mau kalah saing sama wanita. Pertanyaan – pertanyaan saya seputar topik ini pernah dicounter dengan halus oleh seorang teman, dia mengutip salah satu hadits Rasulullah S.A.W: “Sebaik-baik wanita adalah yang berada di tengah rumahnya”.

Jujur, saya jleb pas denger hadits tersebut, tapi kemudian saya berpikir, justru karena peran wanita sangat penting-pilar peradaban- makanya wanita harus berkarya dan melakukan sesuatu, untuk kehidupan yang lebih baik. Saya memilih untuk tidak menjadi wanita “terbaik”, tapi bisa bermanfaat dan melakukan sesuatu yang lebih untuk umat manusia, dan yang perlu di bold adalah jika kewajiban utama sebagai seorang istri/ibu telah terpenuhi. Bukankah Rasulullah S.A.W juga yang mengatakan bahwa sebaik – baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain? Gini loh, saya sih ngerasa egois banget ketika seseorang berpikir bahwa kontribusi wanita yang paling baik adalah dengan sekedar berada di rumah, mendidik anak – anak mereka dengan baik dan melimpahinya dengan kasih sayang supaya mereka bisa menjadi orang – orang yang berguna suatu hari kelak. Kalau wanita – wanita tersebut punya kemampuan lebih, bisa menjadi ibu & istri yang baik, kenapa nggak dia berkarya di luar rumah? Kasarnya sih lo mau keluarga lo aman-bahagia-tentram-sakinah-mawaddah-warahmah sendiri sementara masih banyak orang – orang lain yang membutuhkan uluran tangan lo?. Bahkan Siti Khadijah r.a adalah seorang saudagar yang sukses! Mungkin emang berat..tapi saya yakin kok banyak wanita – wanita bijak yang bisa menyeimbangkan urusan pekerjaan dan keluarganya.

Tapi……………………………………………………………..When it comes to THIS……………..

suara hati paling tulus dari seorang anak SD

suara hati paling tulus dari seorang anak SD

saya jadi benar – benar speechless akan efek dari seorang wanita yang bekerja di luar rumah. Saya HARUS benar – benar berpikir dan berpikir ulang. Saya sampai menitikkan air mata waktu liat gambar ini pertama kalinya.