Seorang sahabat pernah berkata, mengadu itu ada tempatnya. Entah kenapa, saya sangat percaya bahwa tempat yang paling baik untuk mengadu itu adalah Yang Maha Mendengar. Sudah tak terhitung lagi berapa kali saya mengadu pada-Nya, dan lagi-lagi, Dia memberikan jawaban yang unik dengan cara-Nya yang tidak terduga.
Saya rasa kita sudah sering mendengar sebuah kalimat: hidup adalah perjuangan. Akan tetapi saya yakin, tidak semudah itu kita dapat memaknainya. Biasanya kalimat itu baru dapat dimaknai ketika kita ingin mencapai suatu tujuan, dalam konteks yang sangat luas. Entah itu ingin membahagiakan orang yang kita sayangi, ingin mendapatkan keluarga yang sempurna, ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik, ingin mendapatkan gelar sarjana,ingin memperoleh nilai A dalam ujian ALIN (apa coba jadi bawa2 ALIN?;p), ingin mendapatkan pekerjaan yang layak, ingin membangun negara, ingin membantu sesama, apapun konteksnya.
Untuk mencapai tujuan yang kita inginkan, saya yakin Tuhan selalu memberikan pilihan – pilihan tertentu yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga hasil yang kita dapatkan akan sesuai dengan pilihan yang kita ambil. Tidak percaya? Dalam hal jodoh, Tuhan berkata bahwa setiap manusia diciptakan berpasang – pasangan. Dari ayat ini, eksistensi jodoh pada tiap – tiap manusia sudah terjamin benar adanya, yang tidak dijamin adalah ketunggalannya. Jadi, poin yang saya cetak tebal terbukti, bahwa kita selalu mempunyai lebih dari satu pilihan, lebih dari satu cara untuk mencapai tujuan. Dalam kasus lain pun saya yakin hasilnya akan sama, sehingga pada akhirnya kita dapat menarik kesimpulan bahwa kita akan selalu mempunyai banyak cara untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.
Dari pengalaman pribadi saya mendapati bahwa cara untuk mencapai tujuan itu terbagi menjadi dua jenis : cara yang instan, dan cara yang berliku penuh onak dan duri. Tentu saja sebagai manusia yang dhaif ini seringkali saya ingin mengambil cara yang instan. Tidak perlu repot dan bersusah payah, tujuan pun tercapai. Akan tetapi jika mengambil cara ini, ada hal – hal yang hilang dari diri saya. Saya kehilangan proses, sebuah proses untuk berjuang sehingga hasil yang didapat pun tidak maksimal. Lain halnya dengan cara yang kedua, cara yang berliku penuh onak dan duri. Memang rasanya tidak selalu enak, proses untuk mencapai tujuan pun menjadi panjang sehingga terkadang diri ini merasa lelah. Tapi justru disitulah terdapat letak manisnya perjuangan, letak manisnya kehidupan. Hidup menjadi sangat dinamis karena kita harus mencapai proses – proses tertentu terlebih dulu hingga akhirnya mencapai tujuan yang kita inginkan. Hasilnya pun akan jauh lebih maksimal.
Sesungguhnya beberapa saat sebelum menuliskan notes ini, saya sedang merasa lelah. Tapi Tuhan memang tidak pernah lelah untuk mendengarkan hamba-Nya. Tuhan menjawab doa saya dengan berkata “Maka, tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?” (Q.S Al-Balad : 11). “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu?” (Q.S Alam Nasyrah:1-3). “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai mengerjakan suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh – sungguh urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (Q.S Alam Nasyrah:5-8).
Karena terkadang, kita memang ditakdirkan untuk memikul beban dunia. Tersenyum saja kawan. =) Keep on fighting !